Tampilkan postingan dengan label Bentuk Sediaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentuk Sediaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Lozenges


Lozenges merupakan sediaan dengan bermacam-macam bentuk yang biasanya mengandung obat dan bahan perasa yang dimaksudkan untuk melarut secara perlahan pada mulut untuk efek pada lokasi tertentu atau efek sistemik (Allen, 2002).
Bentuk sediaan ini dimaksudkan agar melarut secara perlahan dalam mulut atau dapat dengan mudah dikunyah dan ditelan. Sediaan ini dapat diterima di masyarakat, terutama pasien pediatri (Allen, 2002).

Macam-macam bentuk lozenges
Ada dua tipe  lozenges yang telah banyak digunakan menurut metode pembuatan tablet hisap, yaitu :
1. Compressed Tablet Lozenges
Prinsipnya sama dengan pembuatan tablet kompresi biasa. Perbedaan yang mendasar adalah pada dosis sediaannya, maka compressed tablet lozenges  dengan area aktivitasnya yang berada di membrane mukosa mulut dan kerongkongan, biasanya memiliki diameter yang lebar (antara 5/8-3/4 inchi), dikempa dengan bobot tablet antara 1,5-4,0 gram dan diformulasi agar mengalami disintegrasi dalam mulut secara perlahan-lahan (Peters, 1989).
2. Molded lozenges
Molded lozenges dibuat dengan cara meleburkan basisnya.  Molded lozenges memiliki tekstur lebih lembut karena mengandung gula dengan konsentrasi tinggi atau karena adanya kombinasi antara gelatin dengan gula. Contohnya adalah soft lozenges yang biasa disebut dengan pastilles dan chewable lozenges yaitu lozenges dengan basis gelatin yang biasa disebut dengan  gummy. Soft lozenges biasanya dibuat dengan menggunakan basis  polyethylene glycol (PEG) sedangkan  chewable lozenges menggunakan basis gliserin gelatin (Allen, 2002).

Menurut komposisi bahannya,  lozenges terbagi menjadi tiga jenis, yaitu hard lozenges, soft lozenges  dan  lozenges basis gelatin yang biasa disebut chewable lozenges atau gummy.
1. Hard lozenges
Hard candy lozenges adalah campuran gula dan karbohidrat dalam bentuk amorf dan kristal. Bentuk ini dapat berupa sirup gula padat yang secara umum mempunyai kandungan air 0,5%-1,5%. Bahan dasar hard candy lozenges adalah gula (sakarosa), sirup jagung, gula  invert, gula pereduksi,  acidulents (pembuat asam), pengaroma, bahan-bahan cair dan padat, serta bahan obat (Peters, 1989).
2. Soft lozenges
Soft lozenges merupakan salah satu jenis  lozenges  dengan basis PEG, acacia, dan beberapa bahan lainnya.  Soft lozenges  yang sudah banyak dikenal masyarakat adalah pastiles (Allen, 2002), tetapi lebih umum disebut cough drops (Gunsel and Kanig, 1976). Soft lozenges biasa dibuat berwarna dan memiliki rasa dan dapat secara perlahan dapat melarut atau dikunyah pada mulut dan tergantung pada efek obat yang diinginkan (Allen, 2002).
3. Chewable lozenges
Chewable lozenges biasanya memiliki rasa yang mencolok dan sedikit rasa asam.  Lozenges jenis ini cocok diperuntukkan bagi pasien pediatri dan efektif untuk penggunaan pengobatan pada absorbsi gastrointestinal dan sistemik (Allen, 2002)

Kamis, 08 Desember 2011

Kapsulae (Kapsul)

Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.

Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu:
1) Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
2) Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
3) Lebih enak dipandang
4) Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul
yang lebih besar.
5) Mudah ditelan.

Tablet (Compressi)

Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau  sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.


1) Tablet Kempa : paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan


2) Tablet Cetak  : dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.


3) Tablet Trikurat  : tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan


4) Tablet Hipodermik : dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.


5) Tablet Sublingual  : dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.


6) Tablet Bukal : digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.


7) Tablet Efervescen  : tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada label harus ditulis “Jangan ditelan”.


8) Tablet Kunyah : cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit, atau tidak enak




Senin, 05 Desember 2011

Potio Nigra Contra Tussim

POTIO NIGRA CONTRA TUSSIM atau yang biasa disebut dengan OBH (Obat Batuk Hitam) merupakan sediaan yang berbentuk larutan yang berwarna hitam, dapat berfungsi sebagai sebagai pereda batuk, baik berdahak ataupun tidak berdahak.

Formula bakunya:


Pot nigr. c. tuss. 300 ml
Succus liquiritae 10
Amm.Chloride 6
Sol amm.spirt. anis 6
Aqua dest. Ad 300 ml
Pemakaian 4-5 d.d. C.I


Selasa, 29 November 2011

Emulsi

Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair. Berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi: emulsi gas, emulsi cair, dan emulsi padat

Emulsi gas (aerosol cair). Emulsi gas merupakan emulsi di dalam medium pendispersi gas. Aerosol cair seperti hairspray dan baygon, dapat membentuk sistem koloid dengan bantuan bahan pendorong seperti CFC. Selain itu juga mempunyai sifat seperti sol liofob yaitu efek Tyndall, gerak Brown.

Emulsi cair. Emulsi cair merupakan emulsi di dalam medium pendispersi cair. Emulsi cair melibatkan campuran dua zat cair yang tidak dapat saling melarutkan jika dicampurkan yaitu zat cair polar dan zat cair non-polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air dan zat lainnya seperti minyak. Contohnya adalah pada susu

  • Sifat emulsi cair yang penting ialah: demulsifikasi dan pengenceran.

Demulsifikasi. Kestabilan emulsi cair dapat rusak akibat pemanasan, pendinginan, proses sentrifugasi, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengelmusi

Pengenceran. Emulsi dapat diencerkan dengan penambahan sejumlah medium pendispersinya.

Emulsi padat (gel)


Senin, 28 November 2011

Suspensi

 
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair.
Suspensi terdiri dari beberapa jenis yaitu :
  1. Suspensi Oral adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukkan untuk penggunaan oral.
  2. Suspensi Topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukkan untuk penggunaan pada kulit.
  3. Suspensi Optalmik adalah sediaan cair steril yang mengandung partikel-partikel yang terdispersi dalam cairan pembawa yang ditujukkan untuk penggunaan pada mata.
  4. Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair yang mengandung partikel-partikel halus yang ditujukkan untuk diteteskan pada telinga bagian luar.
  5. Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak disuntikan secara intravena atau kedalam saluran spinal.
  6. Suspensi untuk injeksi terkontinyu adalah sediaan padat kering dengan bahan pembawa yang sesuai untuk membentuk larutan yang memenuhi semua persyaratan untuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa yang sesuai.