Senin, 28 November 2011

Tablet Effervescent

Tablet Effervecent


Tablet effervescent adalah sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Gas yang dihasilkan umumnya adalah karbondioksida (CO2). Tablet effervescent terdiri dari campuran antara natrium bikarbonat dengan asam sitrat atau asam tartrat yang apabila dicelupkan ke dalam air maka akan berbuih atau membentuk gas CO2.

Tablet Effervescent

Tablet effervescent adalah sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Gas yang dihasilkan umumnya adalah karbondioksida (CO2).
Tablet effervescent terdiri dari campuran antara natrium bikarbonat dengan asam sitrat atau asam tartrat yang apabila dicelupkan ke dalam air maka akan berbuih atau membentuk gas CO2. Reaksi antara asam sitrat dan natrium bikarbonat serta asam tartrat dan natrium bikarbonat dapat dilihat sebagai berikut:

H3C6H5O7.H2O + 3NaHCO3 --> Na3C6H5O7 + 4H2O + 3CO2
Asam sitrat Natrium bikarbonat Natrium sitrat Air Karbondioksida

H2C4H4O6 + 2NaHCO3 --> Na2C4H4O6 + 2H2O + 2CO2
Asam tartrat Natrium bikarbonat Natrium tartrat Air Karbondioksida
Dari kedua reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan tiga molekul natrium bikarbonat untuk menetralkan satu molekul asam sitrat dan dua molekul natrium bikarbonat untuk menetralisasi satu asam tartrat.
Tablet effervescent harus dapat larut dalam waktu kurang dari tiga menit (pada air yang bersuhu 15-25ÂșC mempunyai waktu hancur lima menit), kekerasan antara 70 - 120 N, mempunyai pH < 6 dan stabil.

Kelebihan Tablet Effervescent

Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan dalam waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat. Selain itu tablet effervescent dapat menghasilkan gas karbondioksida yang memberikan rasa yang enak karena ada karbonat yang membantu memperbaiki rasa pada beberapa obat tertentu.
Selain praktis dan mudah dibawa, cara penyajiannya lebih menarik bila dibandingkan dengan dengan tablet konvensional, dapat diberikan kepada pasien yang mengalami kesulitan dalam menelan tablet atau kapsul, pada saat dikonsumsi zat aktif dalam keadaan terlarut sehingga absorpsinya lebih mudah, dan berguna untuk obat-obat yang tidak stabil apabila disimpan dalam bentuk larutan, jadi obat dapat dibuat dalam bentuk sediaan tablet effervescent agar stabil.

Kekurangan Tablet Effervescent

Disamping mempunyai beberapa keuntungan, tablet effervescent juga memiliki beberapa kekurangan, baik dalam produksi maupun dalam pengemasannya. Ditinjau dari segi produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam ruangan khusus yang mempunyai kelembaban relatif 20-25% jadi sulit untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia. Kelembaban udara selama proses pembuatan sudah cukup memulai reaktivitas effervescent, dengan demikian seluruh peralatan termasuk mesin cetak tablet harus berada dalam ruangan khusus. Sedangkan dalam segi pengemasannya, tablet effervescent harus dikemas dalam wadah yang kedap udara sehingga dapat melindungi tablet tersebut dari kelembaban, kelembaban udara di sekitar tablet sesudah wadahnya terbuka juga dapat menyebabkan penurunan kualitas produk, setelah sampai di tangan konsumen, harga yang relatif mahal.

Bahan Dasar Tablet Effervescent

Bahan dasar pembuatan tablet effervescent berasal dari bahan yang bersifat asam seperti asam sitrat dan karbonat seperti natrium bikarbonat sebagai sumber karbondioksida.

Asam
Sebagai sumber asam dapat digunakan asam-asam makanan, asam anhidrat dan garam dari asam. Asam-asam makanan yang paling sering digunakan karena alami dan sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan dan dapat dicerna. Golongan asam-asam makanan yang sering digunakan adalah asam sitrat, asam tartrat, asam malat, asam fumarat, asam adipat, dan asam suksinat. Asam anhidrat yang dapat digunakan seperti asam sitrat anhidrat (dalam air akan berubah menjadi asam sitrat). Sedangkan garam dari asam yang digunakan antara lain natrium dihidrogen fosfat, dinatrium dihidrogen pirofosfat dan garam-garam asam sitrat.

Karbonat
Sebagai sumber karbonat dapat digunakan natrium bikarbonat, natrium karbonat, kalsium bikarbonat, kalium karbonat, natrium seskuikarbonat, natrium glisin karbonat, L-lisin karbonat, arginin karbonat dan kalsium karbonat amorf.

Paracetamol (Acetamonophen)


Acetaminophen atau paracetamol merupakan obat yang paling laku dan paling banyak dikonsumsi orang selain Amoxicillin. Setiap kali menderita demam, paracetamol sudah pasti akan menjadi obat yang paling dicari untuk menurunkan panas badan. Kalau di dunia blog kita sering mendengar istilah seleb blog maka di dunia obat, paracetamol bisa kita masukan ke dalam seleb drug alias seleb obat.
Obat yang mempunyai nama generik acetaminophen ini, dijual di pasaran dengan ratusan nama dagang. Beberapa diantaranya adalah Sanmol, Pamol, Fasidol, Panadol, Itramol dan lain lain. Cukup banyak pilihan bukan? Namun tidak usah khawatir walaupun dengan nama dagang, harga obat ini termasuk terjangkau bagi semua kalangan.
Paracetamol utamanya digunakan untuk menurunkan panas badan yang disebabkan oleh karena infeksi atau sebab yang lainnya. Disamping itu, paracetamol juga dapat digunakan untuk meringankan gejala nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang. So, tidak perlu heran bila suatu saat diberikan paracetamol oleh dokter untuk mengatasi sakit kepala atau sakit gigi.
Walaupun sebenarnya obat ini bisa dibeli dengan bebas di warung warung, tetapi dalam penggunaanya tentu saja harus tetap memperhatikan pakem atau dosis yang dianjurkan. Jangan pernah coba coba minum obat ini melebihi dari dosis yang dianjurkan bila ingin selamat. Jangan pula meminum obat ini selama lebih dari 10 hari berturut turut tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat ini juga jangan sembarangan diberikan pada anak dibawah 3 tahun tanpa terlebih dahulu meminta saran dari dokter.
Peringatan diatas bukannya tanpa alasan sebab walaupun paracetamol kelihatan seperti obat yang jinak, namun dibalik semua itu terdapat banyak efek samping yang perlu diwaspadai. Tetapi hal tersebut tidak usah terlalu dikhawatirkan, asal diminum sesuai dengan anjuran maka efek samping tidak akan pernah muncul dan walaupun muncul, derajatnya sangat ringan.
Segera ke dokter bila salah satu dari tanda berikut muncul setelah anda minum paracetamol. Tanda tanda itu antara lain : terjadi perdarahan ringan sampai berat, keluhan demam dan nyeri tenggorokan tidak berkurang yang kemungkinan disebabkan oleh karena infeksi sehingga perlu penanganan lebih lanjut.
Jika tidak ada masalah di organ hati, dosis maksimum paracetamol untuk orang dewasa adalah 4 gram (4000mg) per hari atau 8 tablet paracetamol 500mg. Bila karena suatu sebab yang tidak jelas pasien bandel minum obat ini melebih dosis maksimum tadi maka jangan heran bila kelak terjadi kerusakan hati yang fatal. Gejala kerusakan hati yang perlu mendapatkan perhatian dan harus segera ke dokter antara lain : mual sampai muntah, kulit dan mata berwarna kekuningan, warna air seni yang pekat seperti teh, nyeri di perut kanan atas, dan rasa lelah dan lemas.
Beberapa reaksi alergi yang dilaporkan sering muncul antara lain : kemerahan pada kulit, gatal, bengkak, dan kesulitan bernafas/sesak. Seperti biasa, bila mengalami tanda tanda diatas setelah minum paracetamol, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani pengobatan dengan paracetamol antara lain, sebelum minum paracetamol, sampaikan ke dokter anda kalau anda sebelumnya pernah mengalami alergi setelah mengkonsumsi paracetamol atau alergi yang disebabkan oleh sebab lain. Selain itu, informasikan pula ke dokter bila anda mempunyai riwayat penyakit khronis seperti penyakit hati, ketergantungan alkohol, dan lain lain. Paracetmol dapat merusak hati, maka bila ditambah dengan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan maka akan mempercepat terjadinya kerusakan hati.
Paracetamol sering dikombinasikan dengan aspirin untuk mengatasi rasa nyeri pada rematik sebab paracetamol tidak mempunyai efek anti inflamasi seperti aspirin sehingga bila kedua obat ini digabung maka akan didapatkan sinergi pengobatan yang bagus pada penyakit rematik. Paracetamol aman diberikan pada wanita hamil dan menyusui namun tetap dianjurkan pada wanita hamil untuk meminum obat ini bila benar benar membutuhkan dan dalam pengawasan dokter.